fbpx

Posmetro-medan.com “TINGGAL DI POSKO ORMAS DI BELAWAN, LEGENDA PSMS INI AKHIRNYA DAPAT BANTUAN”

Gembong Primadjaya Posmetro Medan

Mengalami kehidupan yang kontras dengan era kejayaannya kerap dialami para pemain sepak bola masa lalu.

Seperti yang dialami legenda hidup PSMS Medan, Mamek Sudiono. Kehidupan pemain penentu kemenangan PSMS pada final Perserikatan 1984-1985 itu kini bisa dibilang sangat menyedihkan.

Mamek diketahui tinggal di salah satu posko ormas di bilangan Belawan, Kota Medan. Hal ini diketahui melalui unggahan KoranPSMS yang mengungkap kehidupan Mamek saat ini.

Kabar keberadaan Mamek yang tinggal di posko ormas ini mengetuk hati aktivis ProDEM, Adamsyah Wahab atau yang biasa dikenal sebagai Don Adam.

Melalui akun Twitternya, @DonAdam68, Selasa (19/1), dia menjelaskan upayanya membantu sang legenda untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Don Adam mengunggah kabar tentang Mamek ke WAG Pengurus Pusat IA ITB. Pucuk dicinta, Ketum IA ITB Ridwan Djamaluddin dan Sekjen IA ITB Gembong Primadjaya memberi respons luar biasa. Mereka langsung mengontak alumni ITB yang menjadi BOD dan komisaris di Pelindo 1 (area domisili Mamiek Sudiono).

Dari teman-temannya di Pelindo 1, Don Adam mendapat laporan kalau Mamek berhasil ditemui. Saat ini Mamek tinggal bersama temannya dan mendapat bantuan sementara dari pihak Pelindo 1, sambil mempelajari apa yang bisa diperbuat untuk membantu sang legenda.

“Salah satu ujian bagi pesepakbola adalah nama tenar, dan tidak memanage uang,” ucap Don Adam, Selasa (19/1).

“Bung Mamiek Sudiono legenda PSMS ini akan dicoba menjadi penasihat teknis PS Pelindo 1. Semoga beliau mengambil hikmah. Terimakasih banyak atas kebaikan kawan-kawan Pelindo 1. Semoga berkah dan menjadi pahala,” tambahnya.

Mamek Sudiono dikenal suporter PSMS sebagai pahlawan kemenangan tim Ayam Kinantan. Pada final Perserikatan 1985, dia maju sebagai eksekutor terakhir dalam adu penalti melawan Persib Bandung.

Dalam laga yang ditonton lebih dari 130 ribu penonton di Stadion Utama Bung Karno itu, tendangan Mamek memastikan PSMS menjadi juara.

Setelah 13 tahun berkostum PSMS, Mamek memutuskan gantung sepatu pada 1987. Sayang, kehidupannya setelah pensiun dari lapangan hijau tak seindah di masa jayanya. (rmol) 

Artikel asli: https://www.posmetro-medan.com/2021/01/tinggal-di-posko-ormas-di-belawan.html